Transaksi Aman
satisfaction_id
SILAKAN ISI FORM REGISTRASI DI SINI
RINCIAN PESANAN:
-
-
TAMBAH REGISTRASI 11 BULAN
Diskon
Total
-
Siti Jubaidah, Kalimantan Tengah
Siti Jubaidah, Kalimantan Tengah
Keluarga adalah bagian terkecil bangunan peradaban. Menikah, membentuk sebuah keluarga bahkan dikatakan menggenapkan separuh agama, menjalani kehidupan berumah tangga adalah ibadah terlama, berharap sehidup sesurga. Tentu perlu ilmu agar bisa menjalaninya dengan sebaik-baiknya, sesuai syariat-Nya, agar keluarga bahagia di dunia hingga ke surga. Alhamdulillah, sangat bersyukur bisa mengikuti Program Setahun Bersama Pak Cahyadi Takariawan, sebagai bekal untuk membangun dan menjalani kehidupan berkeluarga nantinya, meraih happy family, bersama membangun keluarga surga. Terima kasih Pak Cah dan seluruh tim
Bunda Lusiana, Bekasi
Bunda Lusiana, Bekasi
Setiap Pasangan Suami Istri dalam kehidupan rumahtangganya tidak selalu berjalan harmonis, ada saja masa-masa yang diwarnai ketidaknyamanan atau bahkan mungkin ada pasangan yang prilakunya sampai menyakitkan. Alhamdulillah bisa dipertemukan dengan program SBPC, terimakasih Pak Cah atas ilmu yang telah dibagi.
Ahmad Rifai, Kalimantan Selatan
Ahmad Rifai, Kalimantan Selatan
Manusia akan diuji sesuai keadaan masing2. Begitu juga apabila memasuki gerbang pernikahan, ujian pasti dan pasti ada dihadapan, badai pasti akan menerjang. Karena itu belajarlah dan terus belajar agar bisa menghadapi badai dan rintangan yang menerjang. Belajar tidak ada batasan ruang dan waktu. Belajar tidak mengenal usia. Belajar dari buaian sampai keliang Lahat.
Nani Cahya, Kebumen
Nani Cahya, Kebumen
happy family, bukan hanya slogan atau jargon. happy family bukanlah mimpi. happy family benar-benar bisa kita nikmati, apabila kita berbekal pengetahuan. Martin seligman dalam buku monumentalnya, Beyond Authentic Happiness menyatakan bahwa kebahagiaan bisa dicapai melalui rasa syukur yang timbul sebagai hikmah dari pembelajaran seumur hidup terhadap kehidupan itu sendiri. Itu sebabnya, kita menemukan orang-orang meskipun tingkat pendidikan tidak tinggi yang mampu menikmati kebahagiaan, karena terus menerus belajar dan mendapatkan sebanyak mungkin pengetahuan dan hikmah kehidupan. #Ust.Cahyadi dalam bukunya Happy Family hal-83
Hanif, Palembang
Hanif, Palembang
Ada banyak pelajaran tentang "seni" kehidupan berumah tangga. Terutama tentang betapa mudahnya kita melupakan kebaikan-kebaikan pasangan.
Hani, Bangkalan
Hani, Bangkalan
Saya sangat bersyukur bisa turut belajar dengan Pak Cah dan TIM WF. Saya jadi memiliki bekal untuk berumah tangga nanti. Banyak kasus rumah tangga yang disebabkan karena terlalu fokus pada sisi negatif pasangan, dan kini saya memahami ilmunya.
Asma, Selayar
Asma, Selayar
Ilmu yang sangat berharga, tidak sebanding dengan biaya yang saya keluarkan. Terimakasih semua TIM WF.
Yuliarti, Bekasi
Yuliarti, Bekasi
Semenjak dapat dan baca materi-materi itu. Jadi banyak berpikir, bahwa sepanjang jalan menuju 11 tahun pernikahan saya, masih banyak yang harus dipelajari berdua. Berasa masih ada aja yang kurang. Dan yang kurang itu harus ditambal supaya menambah keberkahan.